Stasiun Cirebon

st_cirebon_cn

Stasiun Cirebon terletak di Jalan Siliwangi, Kejaksan, Cirebon. Stasiun yang terletak di wilayah Daerah Wilayah Operasi (DAOP) 3 ini termasuk pada lintasan jalur Utara, tapi pada stasiun ini terdapat percabangan jalur ke Purwokerto yang akan berhubungan dengan jalur lintas selatan di Kroya. Dengan demikian sebagian besar kereta api baik jalur Utara maupun Selatan berhenti di stasiun ini, kecuali kereta api kelas ekonomi yang berhenti di Stasiun Cirebon Prujakan.

Sebagai stasiun antara, Stasiun Cirebon merupakan stasiun satu sisi dimana emplasemen berada di satu sisi sejajar dengan bangunan stasiun. Gedung stasiun Cirebon yang sekarang adalah karya arsitek Pieter Adriaan Jacobus Moojen yang dibangun oleh perusahaan kereta api Staats Spoorwegen (SS) pada tahun 1912. Gaya arsitektur bangunannya merupakan ciri arsitektur Indische dengan pengaruh Art deco yang ditunjukkan oleh bentuk fasad atau tampak bangunan yang simetris dengan bagian tengah sebagai pusat perhatian dibuat lebih tinggi dan terletak tegak lurus terhadap jalan masuk sehingga menampilkan kesan monumental.

Konfigurasi massa bangunan stasiun dengan komposisi simetris terbentuk secara linier dengan massa utama berada di tengah dan berdimensi lebih besar dibandingkan dengan massa yang lain.

Siluet bangunan bermula dari dua buah menara dengan atap limasan kemudian menuju puncak bangunan dengan sudut siluet kepala yang menonjol karena ornamen. Dua menara yang sekarang ada tulisan "CIREBON" dulu ada tulisan KAARTJES (karcis) di sebelah kiri dan BAGAGE (bagasi) di sebelah kanan.

Bagian fasad bangunan dijumpai bukaan kaca yang berfungsi untuk memasukkan cahaya matahari atau lunette berbentuk persegi yang terbuat dari kaca timah berwarna-warni dan di atasnya terdapat roster atau kerawang yang bingkai dengan batu bata.

Ujung puncak dinding atap bagian depan dihiasi dengan ornamen seperti mahkota yang merupakan ciri gaya ornamentasi Art Deco. Pintu masuk yang aslinya berupa pintu lengkung yang dibingkai list dinding, sekarang ditutup dengan jajaran empat buah kanopi berbentuk atap pelana runcing berwarna hijau dengan rangka besi.

Loket penjualan karcis yang terletak pada ruang Hall utama yang dapat dicapai langsung dari gerbang depan berupa ruang dengan langit - langit tinggi sehingga berkesan luas. Pintu -pintu dan dinding pembatas antar ruang berbentuk Arch atau busur semisirkular dengan tonjolan list memberi karakter pada ruang ini.

Pencahayaan pada siang hari diperoleh dari bidang kaca pada sisi depan dan belakang, sedangkan pada malam hari pencahayaan bersumber dari lampu gantung antik yang terletak di tengah ruangan menciptakan suasana yang berbeda. Lubang kotak-kotak di bagian atas berfungsi untuk mengalirkan udara sehingga ruangan ini terasa sejuk. Emplasemen dan peron dinaungi atap lebar yang menggunakan rangka atap truss baja profil.

 
  Copyright © 2010 - Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan   
 
Language: