Kursus Lokomotif Uap

Photo Courtesy of Hanafi

Masinis adalah orang yang bertangung jawab untuk menjalankan lokomotif. Kata masinis berasal dari bahasa Belanda, yang sebenarnya berarti juru mesin. Disebut masinis karena pada awalnya juru mesinlah yang menjalankan kereta api. Masinis bertanggung jawab untuk mempercepat, memperlambat atau menghentikan kereta api, mengikuti/mematuhi sinyal, semboyan dan menjamin keselamatan kereta api yang dijalankannya.

Sebelum lokomotif diesel dipergunakan seperti saat ini, lokomotif uap menjadi alat penarik utama kereta api di Indonesia. Dipo lokomotif yang tersebar di seluruh Jawa dan Sumatra seluruhnya menggunakan lokomotif uap.

Tahun 1952, seluruh lokomotif yang dipakai Djawatan Kereta Api (DKA) adalah lokomotif uap. Masuknya lokomotif bertenaga diesel pada tahun 1953, disertai tumbuhnya sumber daya manusia yang memadai untuk menangani teknologi lokomotif diesel dari lokomotif uap.

Alih teknologi lokomotif uap ke lokomotif diesel agar berjalan sukses harus disertai pendidikan dan program latihan secara sistimatik, intensif dan tentunya professional. Oleh sebab itu didirikan sebuah pusat pendidikan masinis di kota Yogyakarta pada tahun 1964 setelah berkoordinasi dengan DKA. Untuk kemajuan perkeretaapian, maka pada tahun 1980, pusat pendidikan masinis ini diberi nama Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) sampai dengan saat ini.

Photo Courtesy of Hanafi

Memasuki tahun 1970, lokomotif uap mulai masuk era barang antik seiring tidak lagi diproduksi oleh pembuatnya di Eropa maupun di Amerika. Hal ini ikut mempengaruhi kurikulum pendidikan masinis yang juga mulai tidak lagi mengajarkan teknis pengoperasian dan perawatan lokomotif uap. Saat ini, jumlah masinis senior yang mengetahui pengoperasian dan perawatan lokomotif uap semakin berkurang karena sudah banyak dari mereka yang sudah meninggal dunia/wafat atau purna tugas/pensiun.


Saat ini, pendidikan dan perawatan Lokomotif uap dipusatkan di Museum Kereta Api di Ambarawa yang juga sekaligus mengoperasikan kereta api wisata. Tujuan dari diadakan kursus lokomotif uap ini adalah agar ilmu pengetahuan tentang perawatan dan pengoperasian lokomotif uap tetap lestari. Kursus ini terbuka untuk umum. Peserta kursus akan dibagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu  masinis professional dan pecinta lokomotif uap. Peserta kursus akan dikenakan biaya. Waktu kursus paling lama 6 bulan dan mendapatkan sertifikat.

Dengan kursus ini diharapkan :

  1. Menghasilkan generasi masinis lokomotif uap yang baru
  2. Memberikan pelayanan terhadap penggemar lokomotif uap untuk menjalankan lokomotif uap (kereta api non-regular)
  3. Salah satu bentuk konservasi intangible, mengenai kecakapan masinis lokomotif uap.{jcomments off}
 
Share |
  Copyright © 2010 - Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah   
 
Photo's Courtesy KITLV, The Netherlands
Language: